Bersamamu aku mengenal banyak hal. Meskipun pahit namun, tak bisa ku pungkiri kita pernah mengukir tawa dalam sepenggal cerita.
Bersamamu banyak kisah yang kau perbuat, tanggisku seolah pertanda bahwa kau telah berhasil mempermainkanku. Hingga akhirnya aku putuskan untuk menghapus semua tentangmu. Maaf.
Ku putuskan tuk pergi malam ini juga. Dengan harap kau mampu menyadari arti hadirku selama ini.Semesta tak perlu tau seberat apa aku melepasmu. Seburuk apa perasaanku dengan perpisahan ini.
Aku tak tau seberapa lama aku menahan ini, namun sekokoh karang aku tetap pada pendirianku.
Harapan demi harapan selalu ku untai hanya untuk sebuah keyakinan bahwa semesta merestui cerita kita.Tapi, kembali kau hempas layaknya badai yang memporak-porandakan harapan yang perlahan ku susun.
Ya, memang benar sebuah perpisahan tak pernah menyimpulkan sebuah senyuman.
Meski cinta ini tak berwujud, namun aku tau kau merasakannya seperti udara yang kau hirup dan perlahan kau hembuskan. Seperti air yang menyejukkan namun kering setelah kau hapus.
Dan kini, semuanya telah berlalu..
Kau menyerah dalam guratan takdir saat memutuskaan hatimu berlabu padanya.Hingga pada akhirnya aku menyadari arti sebuah kehilangan.
Bukan kamu..
Namun semua memori tentangmu, tentang kita..
Yaa memang benar, kita telah memiliki batas tegas tentang sebuah rasa
Rasa yang harus ku kubur dalam-dalam.
Ada lega meski perih.
Kini yang ku harap hanyalah akan ada pengganti dari kelu dalam sebuah harapan palsu yang selalu aku hadirkan.Namun yang pasti, aku tak akan menjatuhkan air mata hanya sekedar tuk mengenangmu.
Seiring berakhirnya cerita ini, aku pamit.
Izinkan aku menghapus semuanya, menghapus rasa yang masih tertinggal.Biarkan aku menapaki jalan baru yang telah ku pilih.
Karena ku yakin, Allah telah siapkan skenario terbaik-Nya untukku.Tuk menyongsonng babak baru dalam impianku.
Lupakan tentang aku, lupakan tentang kita..
Karna, tak ada lagi alasan kau masih tetap mengingatku. Dan begitupun sebaliknya.Ini adalah sebuah sisa perjalanan kelam dalam sebuah pencarian yang semesta siapkan untukku.
Percayalah, aku baik-baik saja
Lihatlah..!!
Aku masih tersenyum di hadapanmu
Masih mampu tertawa lepas dihadapanmu dan dia
Bahkan saat kau memeluknya dihadapanku, aku masih bisa tersenyum saat mata mu melirik kearah ku
Sudahlah, tak perlu ragu..
Allah menciptakan hatiku lebih dari kerasnya baja dan kokohnya karang
Dan dalam senyum tulusku, aku ucapkan..
Aku pamit..

Komentar
Posting Komentar