Langsung ke konten utama

Izinkan Aku Pergi



Bersamamu aku mengenal banyak hal. Meskipun pahit namun, tak bisa ku pungkiri kita pernah mengukir tawa dalam sepenggal cerita.

Bersamamu banyak kisah yang kau perbuat, tanggisku seolah pertanda bahwa kau telah berhasil mempermainkanku. Hingga akhirnya aku putuskan untuk menghapus semua tentangmu. Maaf.

Ku putuskan tuk pergi malam ini juga. Dengan harap kau mampu menyadari arti hadirku selama ini.Semesta tak perlu tau seberat apa aku melepasmu. Seburuk apa perasaanku dengan perpisahan ini.

Aku tak tau seberapa lama aku menahan ini, namun sekokoh karang aku tetap pada pendirianku.

Harapan demi harapan selalu ku untai hanya untuk sebuah keyakinan bahwa semesta merestui cerita kita.Tapi, kembali kau hempas layaknya badai yang memporak-porandakan harapan yang perlahan ku susun.

Ya, memang benar sebuah perpisahan tak pernah menyimpulkan sebuah senyuman.
Meski cinta ini tak berwujud, namun aku tau kau merasakannya seperti udara yang kau hirup dan perlahan kau hembuskan. Seperti air yang menyejukkan namun kering setelah kau hapus. 

Dan kini, semuanya telah berlalu..
Kau menyerah dalam guratan takdir saat memutuskaan hatimu berlabu padanya.Hingga pada akhirnya aku menyadari arti sebuah kehilangan.

Bukan kamu..
Namun semua memori tentangmu, tentang kita..
Yaa memang benar, kita telah memiliki batas tegas tentang sebuah rasa
Rasa yang harus ku kubur dalam-dalam.

Ada lega meski perih.
Kini yang ku harap hanyalah akan ada pengganti dari kelu dalam sebuah harapan palsu yang selalu aku hadirkan.Namun yang pasti, aku tak akan menjatuhkan air mata hanya sekedar tuk mengenangmu.

Seiring berakhirnya cerita ini, aku pamit.
Izinkan aku menghapus semuanya, menghapus rasa yang masih tertinggal.Biarkan aku menapaki jalan baru yang telah ku pilih.
Karena ku yakin, Allah telah siapkan skenario terbaik-Nya untukku.Tuk menyongsonng babak baru dalam impianku.

Lupakan tentang aku, lupakan tentang kita..
Karna, tak ada lagi alasan kau masih tetap mengingatku. Dan begitupun sebaliknya.Ini adalah sebuah sisa perjalanan kelam dalam sebuah pencarian yang semesta siapkan untukku.

Percayalah, aku baik-baik saja
Lihatlah..!!
Aku masih tersenyum di hadapanmu
Masih mampu tertawa lepas dihadapanmu dan dia
Bahkan saat kau memeluknya dihadapanku, aku masih bisa tersenyum saat mata mu melirik kearah ku
Sudahlah, tak perlu ragu..

Allah menciptakan hatiku lebih dari kerasnya baja dan kokohnya karang
Dan dalam senyum tulusku, aku ucapkan..
Aku pamit..
 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reason I'm Writing

Dear teruntuk kamu yang tak pernah bosan ku tuangkan dalam coretan tinta nakalku Hai kamu. Iya kamu, ehee. Apa kabar? Masih sibukkah? Atau kau masih saja seperti dulu, berpura-pura tak tau tapi memerhatikan dari jauh? [dududu] Tulisan ini ku buat di kota kelahiranku. Ternyata tempat ini sangat cocok untuk mengimajinasikanmu. Dulu kita sering bertemu dengan cara seperti ini. Tentu kau masih ingat kebiasaan kita dulu? Aku mengagumimu dari jauh, dan kau membaca kekagumanku melalui tulisan yang kubuat. Aku hanya membuat tulisan yang hanya kita yang mengerti, pengalaman kita, hingga status hubungan yang hanya dimengerti oleh kita saja.     Hari ini kita bertemu kembali. Perasaanku yang dulu datang lagi. Kemampuan menulisku yang hilang kini telah pulang. Aku masih menjadikanmu topik disetiap tulisanku. Iya kau masih menjadi hal yang menarik untuk menciptakan serangkaian kata-kata gaje yang sebagian orang yang membaca tulisaanku sering sekali protes karna terlampau...

Rahasiaku Tentangmu

Tak semua sedih harus dituliskan Tak semua kesakitan bisa dipenakan Luka ini tak sedramatis itu untuk diabadikan Dan waktu.. Terlalu singkat untuk mengeluh dengan sesuatu yang terlewatkan Aku menulis.. Bukan hanya untuk mengingat tentang luka yang tergores yang kualami Sebenarnya.. Tak perlu aku repot menggali kisah yang pernah kau tinggalkan pada tiap relung malam lalu Ada begitu banyak cerita yang mungkin bisa aku jadikan ladang puisi Namun, Aku memilih meninggalkan dan menyimpannya dalam memori Cukup.. Aku tak ingin lagi mendampingkan bahagiaku saat ini dengan duka masa silam yang dengan senyum tipis mampu kau rajut air mataku disetiap malam Cukup.. Aku tak ingin lagi membuka lembar-lembar itu Tapi.. Aku memilih menutupnya rapat-rapat disisi tergelapku Tidak, bukan untuk siapa-siapa Namun, hanya untukku saja Sebagai rahasiaku tentang dirimu Bersama Tuhanku ALLAH 'AZZA WA JALLA.

The Crazy Game

: Kematian Akan Luka Lagi-lagi aku terjebak dalam permainanku sendiri. Permainan yang awalnya ku kira aku dapat menyelesaikannya. Tapi ternyata aku salah, aku terlalu lelah untuk melanjutkannya. Alhasil aku pun menyerah dan aku mengaku kalah. Kini kau selalu mengajariku mengais-ngais masa lalu. Masa lalu dimana kau dan aku selalu bersama dan saling mendoakan serta menyelipkan nama kita disetiap doa yang kita lantunkan. Sadar atau tidak aku membenci itu semua. Aku benci kau yang selalu memaksaku untuk kembali menyentuh kenangan. Kenangan yang tlah ku hempas jauh-jauh. Kini seolah-olah aku telah terdampar dalam bayang-bayang yang kau gurat secara sengaja dan seakan-akan sosokmu nyata menjelma menjadi pahlawan kesiangan yang merusak kebahagiaan yang selama ini kurasakan. Dalam setiap kenangan kau selalu memaksaku untuk masuk ketika aku menolaknya kau menyeretku untuk kembali dalam kenangan itu. Sampai detik ini aku belum mengetahui apa maksud dari semua ini. Jika ini semua adalah ...