Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

I'M FINE

Apa kabarmu sekarang? Ku harap kau selalu baik-baik saja. Iya, bukan? Setelah sekian lama kita tak tegur sapa ku harap kau bahkan aku tak lupa bagaimana mengawali pembicaraan diantara kita [nantinya]. Kicauanmu di media social menjadi kebiasaan yang tak pernah kulewatkan. Jika saja kau menemukan tulisan ini dan tahu bahwa kata-kata yang sedang kau baca ini adalah tentangmu. Kujamin kau hanya akan tertawa pelan mengetahui betapa alaynya aku. Rasanya aku tak keberatan jikalau aku kehabisan sarapan pagiku. Selama masih bisa mengetahui kabarmu, lapar sepertinya masih bisa ku tahan. Tapi untuk hari ini, aku ingin kau tahu satu hal. Aku tak peduli kau mau bilang aku seperti apa. Untuk kali ini biarkan aku bersikap egois padamu. Kau juga boleh menganggapku orang yang tak punya keberanian. Saat kalimat hanya bisa ku ucapkan dengan terbata, izinkan tulisan ini menjadi perantara dari itu semua. Apakah kau masih ingat pagi itu? Perkenalan singkat karna kau hanya tanya siapa namaku. ...

AHLAM SA’IIDAH

Hai! Buat kau yang tak pernah bosan aku sapa sampai saat ini. Apa kabar? Masih sibukkah? Atau kau sedang burpura-pura sibuk didepanku? Tak apa, ini hanya sebuah kalimat yang tak berarti yang selalu ku suguhkan untukmu. Baru saja tadi pagi kau pamit padaku, ntah kenapa aku merasa ada yang hilang. Taukah kau sesuatu yang hilang itu? Dirimu. Iya, kau. Ingat pertama kali kita bertemu? Sedikit canggung dan malu-malu,namun itu lucu. Aku hanya ingin bertanya kabar saja tadi, tapi kenapa sampai kepembahasan ini, ya? Jangan lupa kopi hitam manis yang biasa menemanimu bercengkrama bersama dinginnya pagi yang ditemani dengan kursi kosong yang tepat disebelah kirimu. Satu saat nanti akulah yang akan mengisi kursi kosong itu dan akulah yang akan bercengkrama denganmu. Kuharap kopi hitam itu saat malam yang tak kala dinginnya dengan suasana pagi akan tetap hangat, dan tentunya selalu setia padamu. Mungkin saja kau mengira ini terlalu berlebiahan. Tapi, inilah aku.  Terlalu kuat m...

Kamu Adalah Pemeran Utama dibalik Coretan Tinta Nakalku

Pernahkah terlintas dipikiranmu bahwa kita telah cukup lama berkelana? Perjalanan kita memang sudah cukup jauh Rintangan bahagia selalu tak pernah absen Karnamu Dalam coretan tintaku tak hanya terisi oleh kesedihan saja Namun, juga bahagianya diriku karnamu Saat itu, Aku merasakan rasa yang teramat bersalah untuk seberkian kalinya Aku yang membawamu masuk kedalam kisahku tanpa memikirkan Bagaimana dirimu harus kupertahankan Inginku Ku tak ingin dirimu pergi Namun, kuyakin Satu saat nanti Semua ini akan melebur menjadi ‘kita’ Yang telah berjalan jauh selama ini Salahku Jika aku telah mengajakmu bermain dengan perasaan Karena, rasaku terus menuntutmu untuk tetap bersamaku Bak memaksamu untuk tetap berada dalam coretan tinta nakalku