Apa kabarmu sekarang? Ku harap kau selalu baik-baik saja. Iya, bukan? Setelah sekian lama kita tak tegur sapa ku harap kau bahkan aku tak lupa bagaimana mengawali pembicaraan diantara kita [nantinya]. Kicauanmu di media social menjadi kebiasaan yang tak pernah kulewatkan. Jika saja kau menemukan tulisan ini dan tahu bahwa kata-kata yang sedang kau baca ini adalah tentangmu. Kujamin kau hanya akan tertawa pelan mengetahui betapa alaynya aku. Rasanya aku tak keberatan jikalau aku kehabisan sarapan pagiku. Selama masih bisa mengetahui kabarmu, lapar sepertinya masih bisa ku tahan. Tapi untuk hari ini, aku ingin kau tahu satu hal. Aku tak peduli kau mau bilang aku seperti apa. Untuk kali ini biarkan aku bersikap egois padamu. Kau juga boleh menganggapku orang yang tak punya keberanian. Saat kalimat hanya bisa ku ucapkan dengan terbata, izinkan tulisan ini menjadi perantara dari itu semua. Apakah kau masih ingat pagi itu? Perkenalan singkat karna kau hanya tanya siapa namaku. ...