Gagal? Iya, lebih parahnya lagi aku mengalami dua kegagalan dalam waktu yang bersamaan. Kegagalan pertamaku adalah memilikimu dan kegagalan keduaku adalah melupakanmu. "Saat gagal menyapa, bukan berarti aku harus menyerah. Belajar dari kalah untuk menang. Belajar dari patah untuk kuat. Sebab diriku tak tau jalan mana yang akan membawaku terlepas dari semua ini." Jika mendengar kata itu aku bersemangat tapi tidak jarang aku benci kata-kata itu, seolah-olah kata-kata itu sedang mengejekku. Aku telah lelah selalu bergelut dengan masa lalu. Aku ingin bebas! Aku ingin terlepas! Bebaskan aku! Ku mohon siapapun itu. "Teruntuk kamu. Tolong lihat langit itu, karena disitu ada setitik rindu yang kutitip." Setiap titik itu selalu kusimpan untukmu. Iya, hanya untukmu seorang. Setitik itu akan menjadi tumpukkan rindu yang semoga saja kau dapat melihatnya dan kau dapat pula merasakannya. Merasakan bahwa ada seseorang yang sedang merindukanmu. Disini! "Bak orang ...