Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Kita Memang (tak) Sendiri

Aku sangat menikmati saat-saat dimana aku terdiam sendiri bersama jiwaku, menyaksikan bagaimana dunia bergerak dengan ritmenya. Seakan-akan keluar sejenak dari kemelut dunia dan menyaksikannya dari luar angkasa. Kesendirian bagi saya seperti teman paling setia dan paling nyaman untuk diajak bercerita. Bersama kesendirian saya merasa lebih bisa memaknai arti kehadiran dan merenungi lebih dalam hakikat keberadaan kita di dunia. Bahwa kita sendiri. Tidak pernah bersama siapa-siapa. Maka memeluk sepi untuk ku bukanlah sesuatu yang pantas untuk dikasihani, justru sesuatu yang langka yang sering kucari. Berapa banyak orang yang tidak tahan dengen kesendirian? Padahal bersama kesendirian kita bisa mengartikan lebih dalam arti kehadiran. Bersama dengan kesendirian kita menjadi lebih menghargai waktu dan dimensi yang dibuatnya. Aku tidak pernah merasa menyedihkan saat sendirian, bahkan justru merasa lebih merdeka ketika sendirian. Seorang teman pernah bertanya padaku, mengapa aku l...

Rahasiaku Tentangmu

Tak semua sedih harus dituliskan Tak semua kesakitan bisa dipenakan Luka ini tak sedramatis itu untuk diabadikan Dan waktu.. Terlalu singkat untuk mengeluh dengan sesuatu yang terlewatkan Aku menulis.. Bukan hanya untuk mengingat tentang luka yang tergores yang kualami Sebenarnya.. Tak perlu aku repot menggali kisah yang pernah kau tinggalkan pada tiap relung malam lalu Ada begitu banyak cerita yang mungkin bisa aku jadikan ladang puisi Namun, Aku memilih meninggalkan dan menyimpannya dalam memori Cukup.. Aku tak ingin lagi mendampingkan bahagiaku saat ini dengan duka masa silam yang dengan senyum tipis mampu kau rajut air mataku disetiap malam Cukup.. Aku tak ingin lagi membuka lembar-lembar itu Tapi.. Aku memilih menutupnya rapat-rapat disisi tergelapku Tidak, bukan untuk siapa-siapa Namun, hanya untukku saja Sebagai rahasiaku tentang dirimu Bersama Tuhanku ALLAH 'AZZA WA JALLA.