Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2019

Izinkan Aku Pergi

Bersamamu aku mengenal banyak hal. Meskipun pahit namun, tak bisa ku pungkiri kita pernah mengukir tawa dalam sepenggal cerita. Bersamamu banyak kisah yang kau perbuat, tanggisku seolah pertanda bahwa kau telah berhasil mempermainkanku. Hingga akhirnya aku putuskan untuk menghapus semua tentangmu. Maaf. Ku putuskan tuk pergi malam ini juga. Dengan harap kau mampu menyadari arti hadirku selama ini. Semesta tak perlu tau seberat apa aku melepasmu. Seburuk apa perasaanku dengan perpisahan ini. Aku tak tau seberapa lama aku menahan ini, namun sekokoh karang aku tetap pada pendirianku. Harapan demi harapan selalu ku untai hanya untuk sebuah keyakinan bahwa semesta merestui cerita kita. Tapi, kembali kau hempas layaknya badai yang memporak-porandakan harapan yang perlahan ku susun. Ya, memang benar sebuah perpisahan tak pernah menyimpulkan sebuah senyuman. Meski cinta ini tak berwujud, namun aku tau kau merasakannya seperti udara yang kau hirup dan perlahan kau hembuskan. Seperti ai...

Perpisahan Hati

:Aku Akan Pergi Jika Kau yang Memintanya “Fia, sekarang kita belajar, yuk!”     “Nggak mau,” aku berangsur menjauhinya, membuatnya bersingkut mendekatiku. “Fia maunya main. Fia gak mau belajar!” yaudah kalo kamu gak mau belajar. Gak papa, aku belajar sendiri aja ya Fia. Aku tak tau yang kulakukan ini benar atau tidak, tapi yang pasti aku ingin menenangkan hatiku terlebih dahulu. Ya, mungkin salah satu caranya dengan menjauh dari Rara. Rara adalah sahabat seperjuanganku. Kami sudah saling mengenal cukup lama, bahkan Rara pun teman sebangku ku di kelas. Setiap kejadian apapun selalu kuceritakan padanya. Hingga ketika itu aku bercerita mengenai sosok laki-laki yang mampu membuatku terkagum-kagum. Awalnya dia sangat antusias mendengarkannya, bahkan dia sangat setuju jika aku mengenalnya lebih jauh. Ketika berada di kelas aku sangat antusias dan bersemangat bercerita pada Rara.  “ Ra, tadi malam dia chat aku dan menanyai kabarku loh”.  “Wah benar kah?”...

Tentang Kenangan yang Kau Buat

Bila nanti saatnya tiba, biarkan kamu yang berjalan jauh sedangkan aku tetap diam disini, berharap kamu berhenti dan menengok kearahku [sesaat].. Maka aku akan memberikan senyuman terakhirku, agar kamu tau bahwa aku akan menunggumu sampai benar-benar hilang dari pandanganku. Ku mohon tinggalkan sedikit kenangan buatku agar aku punya cerita untuk bintang, bahwa aku pernah di peluk oleh luka.. Bahwa aku pernah menggenggamnya..