Bersamamu aku mengenal banyak hal. Meskipun pahit namun, tak bisa ku pungkiri kita pernah mengukir tawa dalam sepenggal cerita. Bersamamu banyak kisah yang kau perbuat, tanggisku seolah pertanda bahwa kau telah berhasil mempermainkanku. Hingga akhirnya aku putuskan untuk menghapus semua tentangmu. Maaf. Ku putuskan tuk pergi malam ini juga. Dengan harap kau mampu menyadari arti hadirku selama ini. Semesta tak perlu tau seberat apa aku melepasmu. Seburuk apa perasaanku dengan perpisahan ini. Aku tak tau seberapa lama aku menahan ini, namun sekokoh karang aku tetap pada pendirianku. Harapan demi harapan selalu ku untai hanya untuk sebuah keyakinan bahwa semesta merestui cerita kita. Tapi, kembali kau hempas layaknya badai yang memporak-porandakan harapan yang perlahan ku susun. Ya, memang benar sebuah perpisahan tak pernah menyimpulkan sebuah senyuman. Meski cinta ini tak berwujud, namun aku tau kau merasakannya seperti udara yang kau hirup dan perlahan kau hembuskan. Seperti ai...