Dear teruntuk kamu yang tak pernah bosan ku tuangkan dalam coretan tinta nakalku Hai kamu. Iya kamu, ehee. Apa kabar? Masih sibukkah? Atau kau masih saja seperti dulu, berpura-pura tak tau tapi memerhatikan dari jauh? [dududu] Tulisan ini ku buat di kota kelahiranku. Ternyata tempat ini sangat cocok untuk mengimajinasikanmu. Dulu kita sering bertemu dengan cara seperti ini. Tentu kau masih ingat kebiasaan kita dulu? Aku mengagumimu dari jauh, dan kau membaca kekagumanku melalui tulisan yang kubuat. Aku hanya membuat tulisan yang hanya kita yang mengerti, pengalaman kita, hingga status hubungan yang hanya dimengerti oleh kita saja. Hari ini kita bertemu kembali. Perasaanku yang dulu datang lagi. Kemampuan menulisku yang hilang kini telah pulang. Aku masih menjadikanmu topik disetiap tulisanku. Iya kau masih menjadi hal yang menarik untuk menciptakan serangkaian kata-kata gaje yang sebagian orang yang membaca tulisaanku sering sekali protes karna terlampau...