Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

Si Pinky yang Berbahaya

Sebenarnya gak pernah kepikiran buat nulis ini. Cuma gara-gara iseng buat snap dan ada yang ngoment membahas tentang si merah jambu. Sempat booming sih, tentang virus merah jambu. Apa itu virus merah jambu? Virus merah jambu atau sering kita sebut "cinta" adalah pembahasan panjang yang susah untuk diendingkan. Setiap orang pasti pernah merasakan cinta, setiap orang ingin dicinta dan mencintai. It's the lumrah loh. Uyee!! Merasa aneh sendiri sih nulis ini. Because, gak pernah seserius ini kalo nulis. Yes that's true, kali ini tulisanku gak berbau kegalauan yang mengarah baper kok. Tenang aja. [Sok tau banget sih kedengarannya] it's oke lah ya, terlepas dari hal yang serius yang ingin saya tulis [serius!] Akhir-akhir ini saya memang suka bercanda dan candaan saya itu serius loh. Virus merah jambu sering kali menyerang remaja-remaja saat ini. It's may be. Bisa jadi virus merah jambu ini adalah sebuah istilah yang menggambarkan keadaan ruang hati someo...

Mencoba Memahami

Menemukanmu adalah sebuah defenisi bahagia yang sangat sederhana. Menemukanmu pun ibarat peristiwa Siti Hajar yang mencari air untuk anaknya, ia berlari dari bukit safa ke bukit marwa hingga tujuh kali. Tapi ternyata, apa yang ia cari ada didekatnya. Menemukanmu adalah tentang kepercayaan mengenai kepastian janji Tuhan. Aku pernah cemburu pada dinding media sosial yang kau punya. Terlebih aku cemburu pada kertas yang lebih tau mengenai perasaanmu. Kau lebih mempercayainya dibanding aku. Aku pernah cemburu pada kejadian-kejadian dimana aku tak ada disana. Aku pernah cemburu pada fotomu yang dengan mudahnya tertawa lepas, [sekali lagi] tanpa aku. Lebih-labih cemburuku bertambah dengan tulisan-tulisan yang mengiringi fotomu, ntah kau tunjukkan kesiapa. Aku dan kamu adalah dua manusia asing yang dipertemukan dengan keyakinan yang menghujam. Aku dan kamu adalah dua manusia asing yang dipertemukan dengan keyakinan yang ntah begitu saja. Dalam rentang waktu menahun yang menahan ...

Kau adalah Pemilih yang akan Dipilih

"Kamu harus menunda pernikahanmu untuk sesuatu yang lebih besar" itu nasehat dari master syifu, Felix Y Siauw. Iya memang benar, menikah salah satu penyempurna separuh dari agama. Separuh! Separuhnya lagi? Benar, menikah akan membuka pemikiran-pemikiran baru. Tapi, bukankah di dunia ini selalu berpasang-pasangan? So, jika membuka pasti akan menutup. Toh? Kita tidak bisa pungkiri bahwa dengan menikah kita akan sulit melakukan sesuatu. Setuju? Otomatis jika sulit untuk explorasi, dakwah akan tersendat karna kamu sudah memiliki kewajiban dan tanggung jawab lain yang sulit untuk ditinggalkan. Ketahuilah dakwah itu bukan sebuah profesi, tapi dakwah adalah sebuah kewajiban. Kita tau laki-laki pasti suka dengan perempuan, begitupun sebaliknya. Itu fitrah dan tandanya kamu normal. Tenang girls.. Jika kebutuhan menikah belum terpenuhi kamu gakkan mati kok. Karna menikah bukan hajatul udhowiyah. So, jangan terburu-buru. Jika kamu masih bisa menjaga diri dari fitnah ...