Sudah cukup lama aku tidak mendengar kabar darimu, Terkadang terbesit rasa ingin kembali tetapi aku sadar jika “Angin yang berhembus ditempat yang sama akan berbeda arahnya” .
Jika harus mengingat kembali pertemuan kita sangat sederhana, berawal saat kau bercerita disalah satu chat sosmed tentang hubunganmu dengan dia yang sempat goyah dan akhirnya berakhir, aku yang mungkin saat itu hanya sekedar menguatkanmu. Hari demi hari berlalu, kita semakin nyaman dengan apa yang kita bahas dan akhirnya rasa ingin memiliki itu tumbuh, masih sangat jelas teringat saat aku mengungkapkan isi hati yang sebenarnya dan engkau membalasnya dengan senyum manis dan mengatakan ‘iya’
Karaktermu yang sedikit cuek dan tidak mau tahu kubalas dengan perhatian yang lebih, Masih sangat teringat jelas dibenakku saat engkau malas mengerjakan tugas kuliahmu,aku berusaha menyemangati dan memberi target tugasmu harus selesai saat ini karena deadline tugasmu besok.
Saat aku bertanya “Hey,” Tugas kuliahmu gimana? Apakah Sudah Selesai ? dan kamupun menjawabnya “Sudah selesai sesuai target”
Senang rasanya mendengar jawaban itu.
Begitupun dengan aku, Sifatku yang tidak bisa mengontrol Ego engkau menimpalinya dengan kata-katamu dan rangkulan yang membuat aku tenang.Ternyata kita begitu mengimbangi.
Ada masanya dimana kita tidak sependapat lagi, dan ada masanya juga suatu masalah harus diselesaikan dengan jalan perpisahan.
Berhenti menyalahkan diri sendiri, menyalahkan keadaan, berhenti mengasihani diri sendiri, itulah caraku menyembuhkan apa yang aku rasakan, berbanding terbalik denganmu yang mudah memasang wajah tidak peduli, jika kamu harus tau, proses penyembuhanku berlangsung secara pelan dan pelan. Dihari pertama setelah kita tidak bersama lagi, aku kerap terlarut dalam luapan emosi dan ego yang datang dengan tiba-tiba.

Komentar
Posting Komentar