Sebab baginya, senja yang hadir tidak pernah sama..
Matahari senja baru saja tampak di tepi Barat langit kota ini, seorang lelaki dengan ransel kecil yang berisi beberapa lembar baju dan sebelah kanan tangannya memegang sebuah buku dan sebuah bingkisan hadiah. Ku rasa itu dari orang spesialnya, hehehe maklum jiwa menduga-duga ku sesukanya saja hadir. Tampak begitu berat dan tas yang dibawanyapun tampak mengembang dipunggungnya seolah-olah juga berisi beban hidup.
Ia memulai perjalanannya dengan sederetan rumah-rumah panggung yang ada dikampung sekitaran tempat ini.
Mungkin saja senja baginya adalah waktu untuk memberi ruang bagi jiwa dan raga untuk siap pulang dan menghitung setiap lelahnya.
Senja yang indah selalu menghasilkan semacam perasaan tiba-tiba merindukan sesuatu atau sekedar mengingat sesuatu yang pernah ada. Tetiba saja bermunculan sosok-sosok dalam novel yang pernah ia bacakan. Seperti Mencari Tepi Langit, Kisah Langit Merah, cerpen Sepotong Senja Untuk Pacarku atau cerita pendek buatan temannya yang dibeberapa bagian atau seluruhnya dikisahkan sebagai lelaki dengan cerita senjanya masing-masing, semacam para lelaki yang mencintai senja.
Dia selalu menykinkkan ku bahwa senja yang hadir disetiap sore tak pernah sama. Senja selalu hadir dengan warna yang berbeda dan dengan kisahnya sendiri.
Seringkali pula senja tertawa melihat mereka yang dengan angkuhkan berjlan dimuka bumi ini. Mereka dengan tangan kecilnya merasa telah menaklukan dunia.
Senja tertawa pada mereka yang menjalani harinya dengan mendongak dan melihat hidup adalah kompetisi lalu lupa bahwa tidak ada sesuatupun yang pantas untuk kita banggakan.
Senja mendudukkan manusia pada derajat yang sama-sama rapuh.
Senja seringkali bersedih ketika sinarnya tidak sampai pada anak-anak kecil yang duduk didekat jendela rumah-rumah kecil di bantaran sungai karena tergalang gedung-gedung yang menjulang tinggi.
Senja selalu menghadirkan ceritanya sendiri karena senja adalah teman yang baik. Dan lelaki ini berkeyakinan bahwa senja akan menjaga mereka yang menjemput hari dengan asa, lalu mengantarnya pulang.
Senja yang hadir bersama waktu akan merawat luka dan memastikan kita akan baik-baik saja.
Semuanya tampak begitu indah, seperti mengulang pelajaran lama tentang bahagia yang sederhana. Tentang segala hal yang karena lemahnya tidak mampu ia jaga kemudian pergi, hanya punya doa sederhana dan sedikit harapan pada senja kali ini; semoga semuanya baik-baik saja.
…
Lalu, dengan siapa kamu berbagi harapan dengan senja sore ini? []

Komentar
Posting Komentar