Langsung ke konten utama

Antara Aku, Kamu, dan Cinta





Collaboration with: Penyair Tangguh




Dibalik awan nan hitam, ada mentari yang bersembunyi
Diantara rintik-rintik hujan, ada pelangi yang menunggu muncul kembali

Disela-sela semilir angin yang syahdu, ada rimbunan pohon yang sedang asyik menari
Dan perasaan sepi ku hari ini, ada kamu yang membuatku tertawa kembali



Kini awan tak lagi ingin menyembunyikan mentari
Rintik hujan pun seakan tak mampu mengalahkan indahnya pelangi
Angin kini seakan menari diatas dedaunan kering yang memenuhi bahu jalan
Aku kini tengah tertawa
Tertawa dengan apa yang kurasakan saat ini

Katamu, semua akan baik-baik saja
Semua akan berjalan dengan semestinya
Iya, aku percaya..


Semua memang baik-baik saja
Tetapi tidak untukmu
 Dirimu, harus lebih baik
Tak cukup hanya segelas air putih, padahal aku bisa menuangkan teh
Tak cukup hanya sebatas kepercayaan
Jika aku mampu membuat kita merasa saling memiliki
Kurasa ini sudah jalannya


Tapi sungguh, hati ini menolak
Bagaimana mungkin cinta disatukan bukan atas pilihanku?
Dan bagaimana mungkin aku mengingkari perasaanku sendiri?
Perasaan bahwa aku telah jatuh hati padamu..


Ada rasa bahagia
Bahwa kita untuk bersama
Tapi, seketika nafsuku berkata
Kita dilahirkan tiada sempurna
Lisan dan hati saling menyimpan rahasia
Apakah mungkin kita saling menggenggam dusta?


Kurasa tak ada yang harus disesali
Karna berbicara cinta, tak ada yang ingin disalahkan
Menyerah? Tentu saja tidak
Aku dan kamu adalah manusia asing yang tak sengaja dipertemukan
Aku dan kamu adalah manusia asing yang dipertemukan dengan keyakinan yang berbeda


Aku dan kamu adalah impian
Dari sekelumit angan-angan masa depan
Seperti putik dan benangsari
Seindah mawar dan melati
Seerat tikus dan bunga padi
Secantik rembulan dan mentari
Semoga kamu dan aku mampu merangkai kata cinta
Di dalam bilik-bilik sunyi
Yang di ciptakan Sang Pemilik Hati


Dalam rentang waktu..
Rindu bukan lagi sesuatu yang harus dijawab
Dan jarak adalah sebuah tembok penghalang nyata bagi kita
Menciptakan molekul peledak yang siap menghancurkan

Mengalah? Tentu saja tidak
Aku dan kamu seharusnya tak perlu khawatir
Karna hati tau kemana harus di labuhkan


Mengapa harus berkata dusta jika tak sanggup menggenggam pilu?
Mengapa harus ada cinta jika tak sanggup menahan rindu?
Mengapa harus khawatir jika yakin kita kan menyatu?

Sebab cinta adalah anugerah
Memilikinya adalah fitrah
Menjaganya adalah ibadah
Merawatnya adalah hikmah
Dan bersamamu, semuanya terasa lebih indah


Yang ku tau perasaan tak pernah salah
Yang ku tau menyimpan perasaan itu lebih baik daripada menyatakan
Dan pasti, akan menghadirkan jarak

Yang ku tau perasaan bisa hadir dan pergi kapan saja
Yang ku tau perasaan datang meskipun tak diundang
Yang ku tau perasaan bisa tumbuh dengan sendirinya
Iya..
Aku tau itu..lantas, aku bisa apa?


Sebait kalimat terakhir dariku..
Dirimu, cukup mencintaiku apa adanya


Dan..
Sebait kalimat dariku..
Aku, akan tetap disini dengan rasa yang sama..





Jambi-Padang, 08 Januari 2019





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reason I'm Writing

Dear teruntuk kamu yang tak pernah bosan ku tuangkan dalam coretan tinta nakalku Hai kamu. Iya kamu, ehee. Apa kabar? Masih sibukkah? Atau kau masih saja seperti dulu, berpura-pura tak tau tapi memerhatikan dari jauh? [dududu] Tulisan ini ku buat di kota kelahiranku. Ternyata tempat ini sangat cocok untuk mengimajinasikanmu. Dulu kita sering bertemu dengan cara seperti ini. Tentu kau masih ingat kebiasaan kita dulu? Aku mengagumimu dari jauh, dan kau membaca kekagumanku melalui tulisan yang kubuat. Aku hanya membuat tulisan yang hanya kita yang mengerti, pengalaman kita, hingga status hubungan yang hanya dimengerti oleh kita saja.     Hari ini kita bertemu kembali. Perasaanku yang dulu datang lagi. Kemampuan menulisku yang hilang kini telah pulang. Aku masih menjadikanmu topik disetiap tulisanku. Iya kau masih menjadi hal yang menarik untuk menciptakan serangkaian kata-kata gaje yang sebagian orang yang membaca tulisaanku sering sekali protes karna terlampau...

Rahasiaku Tentangmu

Tak semua sedih harus dituliskan Tak semua kesakitan bisa dipenakan Luka ini tak sedramatis itu untuk diabadikan Dan waktu.. Terlalu singkat untuk mengeluh dengan sesuatu yang terlewatkan Aku menulis.. Bukan hanya untuk mengingat tentang luka yang tergores yang kualami Sebenarnya.. Tak perlu aku repot menggali kisah yang pernah kau tinggalkan pada tiap relung malam lalu Ada begitu banyak cerita yang mungkin bisa aku jadikan ladang puisi Namun, Aku memilih meninggalkan dan menyimpannya dalam memori Cukup.. Aku tak ingin lagi mendampingkan bahagiaku saat ini dengan duka masa silam yang dengan senyum tipis mampu kau rajut air mataku disetiap malam Cukup.. Aku tak ingin lagi membuka lembar-lembar itu Tapi.. Aku memilih menutupnya rapat-rapat disisi tergelapku Tidak, bukan untuk siapa-siapa Namun, hanya untukku saja Sebagai rahasiaku tentang dirimu Bersama Tuhanku ALLAH 'AZZA WA JALLA.

The Crazy Game

: Kematian Akan Luka Lagi-lagi aku terjebak dalam permainanku sendiri. Permainan yang awalnya ku kira aku dapat menyelesaikannya. Tapi ternyata aku salah, aku terlalu lelah untuk melanjutkannya. Alhasil aku pun menyerah dan aku mengaku kalah. Kini kau selalu mengajariku mengais-ngais masa lalu. Masa lalu dimana kau dan aku selalu bersama dan saling mendoakan serta menyelipkan nama kita disetiap doa yang kita lantunkan. Sadar atau tidak aku membenci itu semua. Aku benci kau yang selalu memaksaku untuk kembali menyentuh kenangan. Kenangan yang tlah ku hempas jauh-jauh. Kini seolah-olah aku telah terdampar dalam bayang-bayang yang kau gurat secara sengaja dan seakan-akan sosokmu nyata menjelma menjadi pahlawan kesiangan yang merusak kebahagiaan yang selama ini kurasakan. Dalam setiap kenangan kau selalu memaksaku untuk masuk ketika aku menolaknya kau menyeretku untuk kembali dalam kenangan itu. Sampai detik ini aku belum mengetahui apa maksud dari semua ini. Jika ini semua adalah ...