Dibalik awan nan hitam, ada mentari yang bersembunyi
Diantara rintik-rintik hujan, ada pelangi yang menunggu muncul kembali
Diantara rintik-rintik hujan, ada pelangi yang menunggu muncul kembali
Disela-sela semilir angin yang syahdu, ada rimbunan pohon yang sedang asyik menari
Dan perasaan sepi ku hari ini, ada kamu yang membuatku tertawa kembali
Kini awan tak lagi ingin menyembunyikan mentari
Rintik hujan pun seakan tak mampu mengalahkan indahnya pelangi
Angin kini seakan menari diatas dedaunan kering yang memenuhi bahu jalan
Aku kini tengah tertawa
Tertawa dengan apa yang kurasakan saat ini
Katamu, semua akan baik-baik saja
Semua akan berjalan dengan semestinya
Iya, aku percaya..
Semua memang baik-baik saja
Tetapi tidak untukmu
Dirimu, harus lebih baik
Tak cukup hanya segelas air putih, padahal aku bisa menuangkan teh
Tak cukup hanya sebatas kepercayaan
Jika aku mampu membuat kita merasa saling memiliki
Kurasa ini sudah jalannya
Tapi sungguh, hati ini menolak
Bagaimana mungkin cinta disatukan bukan atas pilihanku?
Dan bagaimana mungkin aku mengingkari perasaanku sendiri?
Perasaan bahwa aku telah jatuh hati padamu..
Ada rasa bahagia
Bahwa kita untuk bersama
Tapi, seketika nafsuku berkata
Kita dilahirkan tiada sempurna
Lisan dan hati saling menyimpan rahasia
Apakah mungkin kita saling menggenggam dusta?
Kurasa tak ada yang harus disesali
Karna berbicara cinta, tak ada yang ingin disalahkan
Menyerah? Tentu saja tidak
Aku dan kamu adalah manusia asing yang tak sengaja dipertemukan
Aku dan kamu adalah manusia asing yang dipertemukan dengan keyakinan yang berbeda
Aku dan kamu adalah impian
Dari sekelumit angan-angan masa depan
Seperti putik dan benangsari
Seindah mawar dan melati
Seerat tikus dan bunga padi
Secantik rembulan dan mentari
Semoga kamu dan aku mampu merangkai kata cinta
Di dalam bilik-bilik sunyi
Yang di ciptakan Sang Pemilik Hati
Dalam rentang waktu..
Rindu bukan lagi sesuatu yang harus dijawab
Dan jarak adalah sebuah tembok penghalang nyata bagi kita
Menciptakan molekul peledak yang siap menghancurkan
Mengalah? Tentu saja tidak
Aku dan kamu seharusnya tak perlu khawatir
Karna hati tau kemana harus di labuhkan
Mengapa harus berkata dusta jika tak sanggup menggenggam pilu?
Mengapa harus ada cinta jika tak sanggup menahan rindu?
Mengapa harus khawatir jika yakin kita kan menyatu?
Sebab cinta adalah anugerah
Memilikinya adalah fitrah
Menjaganya adalah ibadah
Merawatnya adalah hikmah
Dan bersamamu, semuanya terasa lebih indah
Yang ku tau perasaan tak pernah salah
Yang ku tau menyimpan perasaan itu lebih baik daripada menyatakan
Dan pasti, akan menghadirkan jarak
Yang ku tau perasaan bisa hadir dan pergi kapan saja
Yang ku tau perasaan datang meskipun tak diundang
Yang ku tau perasaan bisa tumbuh dengan sendirinya
Iya..
Aku tau itu..lantas, aku bisa apa?
Sebait kalimat terakhir dariku..
Dirimu, cukup mencintaiku apa adanya
Dan..
Sebait kalimat dariku..
Aku, akan tetap disini dengan rasa yang sama..
Jambi-Padang, 08 Januari 2019

Komentar
Posting Komentar