"Kamu harus menunda pernikahanmu untuk sesuatu yang lebih besar" itu nasehat dari master syifu, Felix Y Siauw.
Iya memang benar, menikah salah satu penyempurna separuh dari agama. Separuh! Separuhnya lagi?
Benar, menikah akan membuka pemikiran-pemikiran baru. Tapi, bukankah di dunia ini selalu berpasang-pasangan?
So, jika membuka pasti akan menutup. Toh? Kita tidak bisa pungkiri bahwa dengan menikah kita akan sulit melakukan sesuatu. Setuju?
Otomatis jika sulit untuk explorasi, dakwah akan tersendat karna kamu sudah memiliki kewajiban dan tanggung jawab lain yang sulit untuk ditinggalkan.
Ketahuilah dakwah itu bukan sebuah profesi, tapi dakwah adalah sebuah kewajiban.
Kita tau laki-laki pasti suka dengan perempuan, begitupun sebaliknya. Itu fitrah dan tandanya kamu normal.
Tenang girls..
Jika kebutuhan menikah belum terpenuhi kamu gakkan mati kok. Karna menikah bukan hajatul udhowiyah.
So, jangan terburu-buru. Jika kamu masih bisa menjaga diri dari fitnah laki-laki, lebih baik pernikahan itu kamu tunda.
Eitss, tapi dengan menunda pernikahan bukan berarti pacaran diperbolehkan.
Please gengs..
Semua punya batas-batasnya.
Sebagian pemikiran remaja jaman now adalah,
"Aku gak pacaran"
"Kami hanya ngobrol"
"Chatingan pun hanya iseng dan sekedar bercanda"
"Kami LDR-an"
"Kami gak ngapa-ngapain"
Siapa yang peduli, bukankah seta* menghasut manusia agar membenarkan yang salah?
Girls..
Bukan berarti chatan dengan lawan jenis itu dilarang, hanya saja kita harus lebih selektif [lagi]. Jika alasan chatan untuk keperluan yang jelas dan mendesak, kurasa it's oke!
Beberapa waktu lalu ada yang mengajakku berkenalan, dengan iming-iming kenalan syar'i. Katanya.
Kenalan syar'i ajaran dari mana itu? Tanyaku padanya. Pertanyaan yang kulontarkan hanya dijawab dengan alibi-alibi yang menurutku itu bukan sebuah jawaban dari pertanyaanku.
##
You : "assalamu'alaikum, ukhty"
Me : "iya, waalaikumsalam"
You : "ukhty lagi ngapain?"
Me : "#$&$&$*" (tak kurespon)
You : "ukhty sibuk ya? Udah makan?"
Me : "maaf, jika ada keperluan silahkan sampaikan jangan membuang-buang waktu"
You : "iya ukh, maaf ya saya hanya ingin tau kabar ukhty aja. Hhee"
Me : "oke, saya baik dan insyaallah masih berada dalam lindungan Allah. Wassalamualaikum"
##
Itu kah yang kau katakan kenalan syar'i? Lagi-lagi kau haris merubah pola pikirmu. Kau bukan anak-anak lagi, kurasa pemikiranmu bukan anak sekolah yang mengada-adakan yang tidak ada.
Hijrah itu gampang, yang sulit itu istiqomah.
Bukankah jika kita menginginkan pasangan yang baik kita juga harus baik?
Oke guys..
Mempung masih muda, mumpung masih banyak waktu luang, dan mumpung masih jomblo [eh].
Hhaa.. tak apa gunakan waktu mu itu untuk mencari ilmu, pengalaman, dan tentunya untuk berdakwah.
Tertanda,
Manusia yang ingin mencium harumnya surga

Karena menikah muda bukan tentang serunya memilih baju couple buat jalan-jalan. Melainkan, bareng-bareng berdakwah sesuai dengan petunjuk-Nya. Nikmati saja. Masa lajangmu. Karena, setelah menikah semua tak selancar sesuai angan-anganmu.
BalasHapus