Virus merah jambu atau sering kita sebut "cinta" adalah pembahasan panjang yang susah untuk diendingkan. Setiap orang pasti pernah merasakan cinta, setiap orang ingin dicinta dan mencintai. It's the lumrah loh.
Uyee!! Merasa aneh sendiri sih nulis ini. Because, gak pernah seserius ini kalo nulis. Yes that's true, kali ini tulisanku gak berbau kegalauan yang mengarah baper kok. Tenang aja. [Sok tau banget sih kedengarannya] it's oke lah ya, terlepas dari hal yang serius yang ingin saya tulis [serius!] Akhir-akhir ini saya memang suka bercanda dan candaan saya itu serius loh.
Virus merah jambu sering kali menyerang remaja-remaja saat ini. It's may be. Bisa jadi virus merah jambu ini adalah sebuah istilah yang menggambarkan keadaan ruang hati someone yang telah terisi. Terisi apa? I don't know! Siapa yang peduli dengan isi hati orang lain?
Dengan kata lain istilah ini erat kaitannya dengan kata "cinta" dan "pacaran".
Virus ini gampang sekali menyebar dikarenakan pengaruh media yang hebat menyebarkan propaganda dan telah mampu menggeser pola pikir manusia. Saat ini kata "pacaran" memang sudah mengalami penyempitan sekaligus perluasan makna.
Islam tidak pernah melarang siapapun untuk jatuh cinta, karena cinta sesungguhnya berasal dari SANG PENCIPTA, and segala sesuatu yang di bumi ini merupakan cerminan cinta ALLAH pada semua ciptaanNYA.
Yang masih menjadi perdebatan panjang bukan itu, tapi...
Bagaimana dengan perasaan cinta kepada lawan jenis yang sering melanda remaja jaman now?
Sempat dibahas diawal bahwa rasa cinta dan mencintai adalah hal yang lumrah dan itu fitrah manusia, toh?
Bahkan Fatimah putri kesayangan Nabi Muhammad pun telah jatuh cinta kepada Ali bin Abi Thalib saat pertama kali bertemu.
And the story of Zulaika yang tergila-gila pada Nabi Yusuf karena ketampanan yang dimiliki Nabi Yusuf yang luar biasa.
Lantas bagaimana menyikapi hal ini?
Sebagian kalangan menyikapi kejadian ini adalah hal yang wajar. Padahal, bagi kita yang muslim sudah sangat jelas bahwa pacaran sangat dilarang.
Pacaran itu boleh tapi setelah adanya "akad nikah". And pacaran akan berpahala jika sudah sah. Itu loh yang lagi ngehitz banget "pacaran setelah nikah".
Pasti kita sering menjumpai orang yang beranggapan bahwa "pacaran" hukumnya sah-sah saja dan manusiawi.
Hallo guys, tidak ada cinta diantara orang yang berpacaran diluar kata nikah. Adanya cinta monyet. Iya, lu monyetnya [hahaha]. Cinta tanpa akad itu hanyalah fatamorgana yang seketika akan hilang [see you, bye bye].
So, kuy guys baca sebentar kalimat ini.
Allah subhanawata'ala befirman:
"Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah sesuatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra':32)
Meskipun dari ayat tersebut tidak secara langsung menegaskan bahwa pacaran itu dilarang, namun kenyataannya pacaran merupakan pintu gerbang yang paling mudah mendorong kita masuk dalam jurang perzinahan.
Dari sudut pandang lain ini berarti pengelompokkan pacaran sebagai salah satu bentuk perzinahan pun telah dikuatkan oleh teori-teori yang ada. Misalnya, orang yang pacaran pasti saling bersentuhan, saling memandang, berkhalwat (berdua-duaan), bermanja-manja/memperlembut suara [bagi perempuan]. Aktifitas yang seperti itulah yang berbahaya, bahkan Nabi Muhammad Salallahu'alaihi Wassalam, bersabda:
"Kepala salah seorang ditusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya."(HR.Ath-Thabarani dakam Al-Kabir 20/210 dari Ma'qil bin Yasar radhiyallahu 'anhu, lihat ash-Shahihah no.226)
Dari pemaparan hadits diatas berarti lebih baik ditusukkannya jarum dari besi daripada bersentuhan dengan yang bukan mahram. Lalu bagaimana dengan mereka yang dengan gampang dan sengaja bersentuhan?
Wallahu'alam.
"Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yangvpasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina mata adalah dengan melihat. Zina telinga adalah dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu, kemaluanlah yang akan membenarkan atau mengingkari yang demikian." (HR. Muslim, no.692)
-----------------------------------------------------------------------------------
Oke guys, sebaiknya kita jangan buat Allah murkah pada kita. Meskipun Allah maha penyanyang dan maha pengampun lantas membuat kita besar kepala.
Akhirul kalam saya ucapkan terimakasih atas perhatiannya mohon maaf jika banyak tulisan yang tak berkenan, kepada Allah saya mohon ampun atas keterbatasan ilmu yang saya miliki. Semoga kita semua dapat mengambil sisi positif dari serangkaian kata yang saya tulis. And semoga Allah selalu memberikan kita semua petunjuk dan kebenaran dariNYA serta dapat mengamalkan petunjuk tersebut.
Aamiin..
Akhirul kalam saya ucapkan terimakasih atas perhatiannya mohon maaf jika banyak tulisan yang tak berkenan, kepada Allah saya mohon ampun atas keterbatasan ilmu yang saya miliki. Semoga kita semua dapat mengambil sisi positif dari serangkaian kata yang saya tulis. And semoga Allah selalu memberikan kita semua petunjuk dan kebenaran dariNYA serta dapat mengamalkan petunjuk tersebut.
Aamiin..

Komentar
Posting Komentar