Langsung ke konten utama

A LETTER AND A SONG ABOUT LOVE

Puisi? Prosa? Menulis? Tak perlu kau tanyakan lagi aku sudah lama jatuh cinta pada semua itu. Kecintaanku pada sebuah karya tulis sekarang akan terbagi oleh kecintaanku padamu. Timbul tanya pada diriku, apakah aku akan mencintaimu seperti aku mencintai hobiku? Atau, apakah setelah aku memilikimu aku akan melupakan cinta pertamaku?
"Kuterima surat darimu caramu menemukan diriku"
Takdir!! Aku percaya itu. Aku percaya semua yang telah disuratkan padaku. Ntah kebetulan atau tak sengaja tapi aku percaya ada rencana yang indah dibaliknya.
"Tentang kenangan indah dariku saat kau menemukan cintaku"
Kenangan indah? Katanya sih gitu tapi..
Sudahlah aku tak pernah menganggap pertemuan itu sebagai pertemuan indah. Kenapa? Karena sesuatu yang indah pada hakikatnya hanya sementara. Benar! Semuanya hanya sementara. Seolah-olah dia hanya singgah sejenak lalu pergi.
Ibarat kau yang sedang kehujanan lalu berteduh disebuah halte lalu setelah hujan berhenti, kau pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata sedikitpun. Yups benar! Aku adalah sebuah halte yang kau tinggalkan begitu saja, kau hanya meninggalkan jejak dan juga sebuah goresan yang telah kau buat. Aku mencoba berpikir positif, mungkin saja kau seorang seniman yang mampu membuat goresan-goresan itu dengan media yang berbeda.
Jika Leonardo Da Vinsi terkenal akan lukisan monalisa-nya beda halnya denganmu yang kini ku kenal sebagai seniman yang mampu membuat goresan dihatiku.
"Tlah kudengarkan lagu tentang semua ceritakan cantikku dan puisi yang kau tuliskan untuk menyatakan cinta ini."
Dipertemukan hanya melalui sosial media. Ibarat kata kau hanyalah sebuah imajinasiku. Imajinasi yang muncul ketika aku menggunakan alat komunikasiku. Kau bukanlah seorang lelaki puitis tapi kau adalah seorang lelaki yang kuanggap paham tentang agama, melebihi pemahamanku terhadap agamaku. Iya, agama kita. Itulah kenapa aku ingin mengenalmu lebih jauh. Semoga kau memberi ku izin untuk mengenalmu dengan caraku sendiri.
"Takkan habis sudah cinta ini tak lagi tersisa untuk dunia karna tlah ku habiskan sisa cinta ini selamanya."
Taukah kau, dirimu tlah mampu merubah segalanya ketika aku berpikir dia yang terbaik tapi Allah menunjukkan kuasa-Nya dengan cara yang ajaib. Iya, Allah membuat dia pergi dan mendatangkanmu. Ku kira kau yang mampu menghabiskan sisa cinta itu tetapi tidak. Kau tidak bisa menyelesaikan cinta yang tertinggal. Dan ku pikir kau telah melakukan kecurangan padaku. Kenapa? Karena kau telah tega membiarkanku seorang diri menyelesaikan cinta yang datang tanpa aku pinta. Kini cinta itu telah menghakimiku dan menuntut untuk diselesaikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reason I'm Writing

Dear teruntuk kamu yang tak pernah bosan ku tuangkan dalam coretan tinta nakalku Hai kamu. Iya kamu, ehee. Apa kabar? Masih sibukkah? Atau kau masih saja seperti dulu, berpura-pura tak tau tapi memerhatikan dari jauh? [dududu] Tulisan ini ku buat di kota kelahiranku. Ternyata tempat ini sangat cocok untuk mengimajinasikanmu. Dulu kita sering bertemu dengan cara seperti ini. Tentu kau masih ingat kebiasaan kita dulu? Aku mengagumimu dari jauh, dan kau membaca kekagumanku melalui tulisan yang kubuat. Aku hanya membuat tulisan yang hanya kita yang mengerti, pengalaman kita, hingga status hubungan yang hanya dimengerti oleh kita saja.     Hari ini kita bertemu kembali. Perasaanku yang dulu datang lagi. Kemampuan menulisku yang hilang kini telah pulang. Aku masih menjadikanmu topik disetiap tulisanku. Iya kau masih menjadi hal yang menarik untuk menciptakan serangkaian kata-kata gaje yang sebagian orang yang membaca tulisaanku sering sekali protes karna terlampau...

Rahasiaku Tentangmu

Tak semua sedih harus dituliskan Tak semua kesakitan bisa dipenakan Luka ini tak sedramatis itu untuk diabadikan Dan waktu.. Terlalu singkat untuk mengeluh dengan sesuatu yang terlewatkan Aku menulis.. Bukan hanya untuk mengingat tentang luka yang tergores yang kualami Sebenarnya.. Tak perlu aku repot menggali kisah yang pernah kau tinggalkan pada tiap relung malam lalu Ada begitu banyak cerita yang mungkin bisa aku jadikan ladang puisi Namun, Aku memilih meninggalkan dan menyimpannya dalam memori Cukup.. Aku tak ingin lagi mendampingkan bahagiaku saat ini dengan duka masa silam yang dengan senyum tipis mampu kau rajut air mataku disetiap malam Cukup.. Aku tak ingin lagi membuka lembar-lembar itu Tapi.. Aku memilih menutupnya rapat-rapat disisi tergelapku Tidak, bukan untuk siapa-siapa Namun, hanya untukku saja Sebagai rahasiaku tentang dirimu Bersama Tuhanku ALLAH 'AZZA WA JALLA.

The Crazy Game

: Kematian Akan Luka Lagi-lagi aku terjebak dalam permainanku sendiri. Permainan yang awalnya ku kira aku dapat menyelesaikannya. Tapi ternyata aku salah, aku terlalu lelah untuk melanjutkannya. Alhasil aku pun menyerah dan aku mengaku kalah. Kini kau selalu mengajariku mengais-ngais masa lalu. Masa lalu dimana kau dan aku selalu bersama dan saling mendoakan serta menyelipkan nama kita disetiap doa yang kita lantunkan. Sadar atau tidak aku membenci itu semua. Aku benci kau yang selalu memaksaku untuk kembali menyentuh kenangan. Kenangan yang tlah ku hempas jauh-jauh. Kini seolah-olah aku telah terdampar dalam bayang-bayang yang kau gurat secara sengaja dan seakan-akan sosokmu nyata menjelma menjadi pahlawan kesiangan yang merusak kebahagiaan yang selama ini kurasakan. Dalam setiap kenangan kau selalu memaksaku untuk masuk ketika aku menolaknya kau menyeretku untuk kembali dalam kenangan itu. Sampai detik ini aku belum mengetahui apa maksud dari semua ini. Jika ini semua adalah ...