Langsung ke konten utama

Superhero

Aku Mengenalmu Tanpa Sengaja
Jujur aku sudah terbiasa dengan semua ini. Aku tidak pernah merasa sendirian. Sepi, sendiri, dan sunyi mereka bertiga selalu setia menemani ku, iya mereka sahabatku.
Masih ingat awal kita berkenalan? Ntah takdir atau hanya tak sengaja dipertemukan lewat sosial media. Timbul tanya dari diriku, kenapa aku selalu merespon mu? Kenapa aku selalu balas pesan mu dalam waktu singkat? Kenapa aku larut dalam pesan-pesan mu? Kenapa??! Jawabannya hanya satu, aku ingin mengenalmu lebih jauh seperti layaknya matahari dan bulan yang berada di satu tempat selalu setia menerangi bumi meskipun mereka tidak diciptakan bertemu.
Aku pernah melakukan kesalahan. Kesalahan yang ku perbuat sendiri dan harus ku tanggung sendiri pula. 
Superhero! Ingat? Aku pernah menganggapmu menjadi seorang superhero. Superhero yang datang kepada seorang gadis yang tak berdaya dengan kesedihan yang dialaminya dan superhero datang bukan dengan kekuatannya melainkan dengan kehumorisannya.
Ah sudah lah..
Intinya yang namanya superhero datang kepada siapapun lalu pergi. Menolong tanpa minta imbalan. Aku beruntung menjadi satu dari ribuan orang yang ia tolong.
Superhero! Jika aku minta satu lagi pada mu, apa kamu mau mengabulkannya? Ya, aku sudah tau jawabannya pasti "TIDAK!". Kamu mau tau apa permintaanku?
"Aku ingin kamu tetap menjadi superhero yang selalu ada disamping ku!".
Berat bukan permintaan ku?
Iya aku memang bodoh dan aku sadar, karna superhero ditakdirkan untuk menolong orang banyak. Egois jika aku menginginkan itu semua. Mengingginkan dia selalu berada disampingku.
Kesal? Marah? Benci? Ntah lah!
Beberapa waktu lalu kita berjanji untuk akan bertemu. Melepas rindu, menciptakan tegur sapa, dan mendatangkan senyuman. Apa kau pernah tau, aku sudah mempersiapkan semuanya jauh sebelum hari itu.
Bagaimana aku harus menyambut mu ketika kita bertemu nanti? Kata-kata apa yang harus aku lontarkan sewaktu kita bertemu? Hay? Hallo? Apa kabar? Gimana kabar mu? Kamu sehat? Atau apa?! Apa aku harus diam dengan grogi dan keringat ku yang tak bisa aku kendalikan?
Kesal? Marah? Benci? Please,, jangan tanya lagi!
Pertemuan itu, tempat itu.
Tiba-tiba aku benci dua hal itu. Dua hal itu yang telah membangunkan tidur ku selama ini.
Kamu mau tau alasannya?
Karna ditempat itu, tempat yang ku sebut awal aku mendengar suara mu. Tempat dimana aku berada diatas anak tangga dan kau berada di bawah yang tidak terlalu dekat dengan ku. 
Ntah kenapa aku benci semua itu!!
Kesal? Marah? Benci? Sudah ku bilang jangan tanya lagi!
Tak perlu harus ku ulang bukan?
Karna cinta gak datang berulang-ulang!
Cinta hanya datang satu kali!
Bukan satu tambah,
Bukan satu kurang, dan
Bukan pula satu bagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reason I'm Writing

Dear teruntuk kamu yang tak pernah bosan ku tuangkan dalam coretan tinta nakalku Hai kamu. Iya kamu, ehee. Apa kabar? Masih sibukkah? Atau kau masih saja seperti dulu, berpura-pura tak tau tapi memerhatikan dari jauh? [dududu] Tulisan ini ku buat di kota kelahiranku. Ternyata tempat ini sangat cocok untuk mengimajinasikanmu. Dulu kita sering bertemu dengan cara seperti ini. Tentu kau masih ingat kebiasaan kita dulu? Aku mengagumimu dari jauh, dan kau membaca kekagumanku melalui tulisan yang kubuat. Aku hanya membuat tulisan yang hanya kita yang mengerti, pengalaman kita, hingga status hubungan yang hanya dimengerti oleh kita saja.     Hari ini kita bertemu kembali. Perasaanku yang dulu datang lagi. Kemampuan menulisku yang hilang kini telah pulang. Aku masih menjadikanmu topik disetiap tulisanku. Iya kau masih menjadi hal yang menarik untuk menciptakan serangkaian kata-kata gaje yang sebagian orang yang membaca tulisaanku sering sekali protes karna terlampau...

Rahasiaku Tentangmu

Tak semua sedih harus dituliskan Tak semua kesakitan bisa dipenakan Luka ini tak sedramatis itu untuk diabadikan Dan waktu.. Terlalu singkat untuk mengeluh dengan sesuatu yang terlewatkan Aku menulis.. Bukan hanya untuk mengingat tentang luka yang tergores yang kualami Sebenarnya.. Tak perlu aku repot menggali kisah yang pernah kau tinggalkan pada tiap relung malam lalu Ada begitu banyak cerita yang mungkin bisa aku jadikan ladang puisi Namun, Aku memilih meninggalkan dan menyimpannya dalam memori Cukup.. Aku tak ingin lagi mendampingkan bahagiaku saat ini dengan duka masa silam yang dengan senyum tipis mampu kau rajut air mataku disetiap malam Cukup.. Aku tak ingin lagi membuka lembar-lembar itu Tapi.. Aku memilih menutupnya rapat-rapat disisi tergelapku Tidak, bukan untuk siapa-siapa Namun, hanya untukku saja Sebagai rahasiaku tentang dirimu Bersama Tuhanku ALLAH 'AZZA WA JALLA.

The Crazy Game

: Kematian Akan Luka Lagi-lagi aku terjebak dalam permainanku sendiri. Permainan yang awalnya ku kira aku dapat menyelesaikannya. Tapi ternyata aku salah, aku terlalu lelah untuk melanjutkannya. Alhasil aku pun menyerah dan aku mengaku kalah. Kini kau selalu mengajariku mengais-ngais masa lalu. Masa lalu dimana kau dan aku selalu bersama dan saling mendoakan serta menyelipkan nama kita disetiap doa yang kita lantunkan. Sadar atau tidak aku membenci itu semua. Aku benci kau yang selalu memaksaku untuk kembali menyentuh kenangan. Kenangan yang tlah ku hempas jauh-jauh. Kini seolah-olah aku telah terdampar dalam bayang-bayang yang kau gurat secara sengaja dan seakan-akan sosokmu nyata menjelma menjadi pahlawan kesiangan yang merusak kebahagiaan yang selama ini kurasakan. Dalam setiap kenangan kau selalu memaksaku untuk masuk ketika aku menolaknya kau menyeretku untuk kembali dalam kenangan itu. Sampai detik ini aku belum mengetahui apa maksud dari semua ini. Jika ini semua adalah ...