Aku sangat menikmati saat-saat dimana aku terdiam sendiri bersama jiwaku, menyaksikan bagaimana dunia bergerak dengan ritmenya. Seakan-akan keluar sejenak dari kemelut dunia dan menyaksikannya dari luar angkasa.
Kesendirian bagi saya seperti teman paling setia dan paling nyaman untuk diajak bercerita. Bersama kesendirian saya merasa lebih bisa memaknai arti kehadiran dan merenungi lebih dalam hakikat keberadaan kita di dunia. Bahwa kita sendiri. Tidak pernah bersama siapa-siapa.
Maka memeluk sepi untuk ku bukanlah sesuatu yang pantas untuk dikasihani, justru sesuatu yang langka yang sering kucari. Berapa banyak orang yang tidak tahan dengen kesendirian? Padahal bersama kesendirian kita bisa mengartikan lebih dalam arti kehadiran.
Bersama dengan kesendirian kita menjadi lebih menghargai waktu dan dimensi yang dibuatnya. Aku tidak pernah merasa menyedihkan saat sendirian, bahkan justru merasa lebih merdeka ketika sendirian.
Seorang teman pernah bertanya padaku, mengapa aku lebih senang berjalan sendirian?
Jawabannya karna aku menyukai kesendirian. Aku lebih mudah menikmati perjalanan dengan kesendirian, tanpa perlu pretensi membuat percakapan agar tidak merasa bosan dengan teman perjalanan.
Dengan sendirian aku merasa lebih nyaman dan leluasa berpergian kemanapun kaki ku ini senang untuk melangkah.
Sekalipun tidak bisa ku pungkiri bahwa dalam beberapa sisi, kesendirian punya bahayanya sendiri. Seringkali aku berpikir, kalau sewaktu-waktu hal yang tidak diinginkan terjadi padaku dan saat itu saya sedang sendiri bukankah itu akan terasa sangat menyakitkan? Tidak ada teman yang bisa diajak dalam berbagi rasa. Sendiri dan dingin.
Namun, bagi seorang yang sering dilabeli introvert sepertiku, mungkin akan lebih bahagia dengan kesendirian. Tapi, bukan pula aku ini anti sosial, karna ada waktu-waktu dimana aku harus bersosialisasi dengan banyak kalangan.

Komentar
Posting Komentar